You are currently viewing SUKSES! UJI COBA DISEMINASI PRODUK FOFA DAN RSV BERSAMA 3 KAMPUS TERNAMA MEMBUAT TEACHING FACTORY SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN

SUKSES! UJI COBA DISEMINASI PRODUK FOFA DAN RSV BERSAMA 3 KAMPUS TERNAMA MEMBUAT TEACHING FACTORY SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN

Sabtu (/05) Teaching Factory program keahlian Agribisnis Perikanan Air Payau dan Laut (APPL) melakukan uji coba diseminasi produk FOFA (Floating Octopus As a Feeder Automatic) dan RSV berkolaborasi dengan beberapa instansi sebagai berikut:
1. Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS)
2. ⁠Politeknik Elektro Negeri Surabaya
3. ⁠Universitas Airlangga (UNAIR)
4. ⁠ Serikat nelayan Nahdlatul Ulama Jawa Timur

FOFA merupakan inovasi teknologi monitoring berbasis IoT yang dikembangkan oleh tim peneliti dari Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS). Selain itu, FOFA adalah alat pemberi pakan otomatis berbasis sistem modular yang dirancang untuk mengapung di atas kolam tambak, tujuannya agar mampu mendistribusikan pakan secara merata dan tepat waktu sesuai dengan pengaturan yang telah diprogram sebelumnya.

Uji coba berjalan dengan lancar dan dinilai sukses, sehingga Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger sekaligus sebagai mitra tambak menyatakan harapan agar diseminasi FOFA dapat melakukan pemberian pakan dalam kondisi tertentu, misalnya dengan membasahi pakan menggunakan air sebanyak 20 persen agar pakan udang bisa mengembang dan lebih mudah dikonsumsi. Pun dapat menunjukkan performa distribusi pakan yang sangat baik serta akurasi tinggi dalam pengukuran kualitas air.

Beberapa tamu yang datang juga menyaksikan langsung uji coba ini, diantaranya Bapak Mustofa Sarinanto, yakni Kepala Pusat Perencanaan Ketenagakerjaan dari Kementrian Ketenagakerjaan (Kemnaker) Republik Indonesia dan Direktur I Politeknik Kelautan Perikanan Sidoarjo, Bapak Soni Harsanto, tak terkecuali disaksikan oleh beberapa petambak lokal.

Semoga uji coba tersebut dapat bermanfaat bagi masyarakat atau petambak budidaya udang, untuk membangun sumber daya manusia kelautan perikanan menuju ketahanan pangan nasional.

Tinggalkan Balasan