You are currently viewing PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY  DI TAMBAK SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN PUGER-JEMBER

PEMBELAJARAN TEACHING FACTORY DI TAMBAK SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN PUGER-JEMBER

Tujuan akhir pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah agar lulusannya mememiliki kompetensi pengetahuan, keterampilan, dan sikap seperti yang diamanahkan oleh kementerian pendidikan yang tertuang dalam Standar Kompetensi Lulusan (SKL).

Kompetensi pengetahuan diperoleh melalui aktivitas mengetahui, memahami, menerapkan, menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta. Keterampilan diperoleh melalui aktivitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji, dan mencipta. Sedangkan kompetensi sikap diperoleh melalui aktivitas menerima, menjalankan, menghargai, menghayati, dan mengamalkan

Ketiga kompetensi tersebut diwujudkan dalam pembelajaran, baik di kelas maupun di luar kelas, lebih-lebih di tempat praktik dengan suasana menyenangkan dan nyata untuk menumbuhkan kreativitas sswa dan meningkatkan keterampilan berfikir tingkat tinggi. Penentu efektivitas dan keberhasilan pencapaian kompetensi itu salah satunya adalah faktor guru, instruktur yang berkompeten di bidangnya dan menguasai metode dan teknik yang beragam dan tepat dalam menerapkannya.

SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember sebagai salah satu sekolah Pusat Keunggulan pada tahun 2022 membuka kelas teaching factory  budi daya udang vaname yang berlokasi di tambak desa Kepanjen, Gumukmas, Jember. Sesuai dengan Permendiknas no 7 tahun 2022 tentang standar isi kurikulum salah satu materi pembelajarannya antara lain teknik dasar agribisnis perikanan, yang meliputi: persiapan wadah budi daya, persiapan induk, pengembangbiakan ikan, pembesaran ikan/pendederan ikan (pakan, kualitas air, kesehatan ikan), panen dan pascapanen, pemasaran.

Belajar tidak harus selalu di ruang tertutup dengan bingkai sisi dinding tembok  dan bangku-bangku yang membosakan. Siswa kelas X Agribisnis Perikanan ini sedang belajar “memperoleh kompetensi pengetahuan tentang Dasar-Dasar Agribinsis Perikanan. Pembelajaran oleh guru mata pelajaran produktif di serambi masjid sekolah

Pembelajaran juga bisa berlangsung  dalam bentuk  klasikal.gabungan beberapa kelas karena dibutuhkan peserta yang lebih banyak jumlahnya untuk satu bahasan sekaligus.

Siswa kelas XI Agribisnis Perikanan ini sedang belajar di aula tentang pengelolaan Teaching Factory oleh guru tamu dari Dunia Industri (DUDI) yang menjadi mitra dalam SMK Pusat Keunggulan.

Yang bagus dan benar adalah pembelajaran bisa berlangsung di bengkel, laboratorium, lahan/tambak bahkan tempat kerja di DUDI, karena dari tempat ini siswa SMK  memperoleh pengalaman langsung tentang bagaimana harusnya melakukan pekerjaan yang benar sesuai tuntutan dunia kerja.

Siswa kelas XI Agribisnis Perikanan sedang pembelajaran di tambak mengasah komptensi keterampilan fisik motorik. Materi yang sedang dipraktikan ini tentang teknik dasar agribisnis perikanan: persiapan wadah budi daya. Praktik pengukuran ketinggian permukaan air laut dikorelasikan dengan permukaan  tambak teaching factory.

 

Salah satu kegiatan penyiapan tambak adalah pemasangan plastik  High Density Polyethylene (HDPE) pada permukaan tambak dan tanggulnya. Konstruksi tambak Teaching Factiry SMK Perikanan dan Kelautan Puger  di Kepanjen Gumukmas tidak menggunakan beton, akan tetapi menggunakan penutup plastik HDPE. Penggunaan plastik ini lebih efektif pengerjaannya dan tidak menyebabkan terjadi perembesan air kemana-kemana sehingga tidak mencemari lingkungan sekitarnya. Penyambungan lembar plastik menggunakan alat dan teknik tertentu. Siswa kelas XI Agribisnis Perikanan sedang melakukan pengamatan penyambungan plastik HDPE yang dilakukan oleh teknisi instalasi tambak sekaligus sebagai instruktur pelatih siswa berpraktik di tambak.

Kompetensi sikap baik ranah relegius, pribadi, dan sosial bisa diraih siswa  di antaranya melalui kegiatan menghayati dan mengamalkan.

Siswa yang sekaligus santri Pesantren Darsul Bihar  yang berada di kompleks SMK Perikanan dan Kelautan Puger ini sedang melakukan doa bersama/ dan mengaji di lahan pembangunan tambak sebagai bentuk penghayatan bahwa daya, kemampuan, dan kekuasaan semata milik Allah SWT. Mereka bersama para ustad memohon agar pembangunan tambak dan penglolaan teaching factori budi daya udang vaname ini senantiasa dalam perlindungan dan pertolongan Allah azza wajalla.

Tinggalkan Balasan