You are currently viewing LAYANAN PENGUJIAN KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN

LAYANAN PENGUJIAN KESEHATAN IKAN DAN LINGKUNGAN

Jember (20/9) Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan bersama UPT Budidaya Air Payau dan Laut menggandeng SMK Perikanan dan Kelautan Puger untuk melaksanakan kegiatan Pendampingan Ijin Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) dan Layanan Uji Laboratorium Budidaya Udang. Kegiatan tersebut dihadiri oleh jajaran Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Kepala UPT Laboratorium Budidaya Air Payau dan Laut serta para owner, teknisi tambak dan analis lab tambak udang wilayah kabupaten Jawa Timur.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Menjangka Peta SMK Perikanan dan Kelautan ini ditujukan sebagai bentuk kerjasama dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur serta pelayanan terhadap pembudidaya ikan dalam pemeriksaan kesehatan ikan dan lingkungan (kualitas air) sebagai media budidaya. Hal tersebut sesuai dengan yang disampaikan oleh narabumber Ibu Ir. Nur Wahidah, M. AP Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan bahwa sebagai pelaku budidaya tidak selalu memikirkan proses hilirnya saja namun juga pada proses bagaimana menghasilkan mutu produk perikanan yang baik atau biasa disebut dengan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) Beliau juga sangat berterima kasih kepada SMK Perikanan dan Kelautan Puger telah berkenan memfasilititasi kegiatan ini, kedepannya Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, Kepala UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Kepala UPT Laboratorium Budidaya Air Payau dan Laut akan selalu siap mendampingi tempat-tempat budidaya udang lainnya yang ada di daerah Jember.
Dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh narasumber Ibu Atiek Setijani, S. Pi. Kepala UPT Budidaya Air Payau dan Laut menambahkan penguatan pemahaman kepada peserta bahwa minimnya tambak yang melakukan pengujian laboratorium kualitas air secara rutin dari mulai akan tebar hingga saat tebar, seharusnya air dan benur harus diujikan karena termasuk pembawa penyakit untuk udang, misalnya virus AHPND. Sehingga pendampingan teknis dari laboratorium ini sangat penting hal tersebut bertujuan untuk memberikan pelayanan dan fasilitas kepada tambak-tambak skala kecil yang belum memiliki laboratorium. Selanjutnya Bapak Sunaris selaku Analis Kesehatan Ikan dan Lingkungan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur, yang menyampaikan tentang penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) pada budidaya perikanan air payau. Dikuatkan dengan penyampaian dari bapak Drs. H. Kuntjoro Basuki, M. Si. Kepala SMK Perikanan dan Kelautan Puger bahwa di tengah-tengah perubahan cuaca saat ini yang tidak bisa diprediksi maka kesehatan udang penting untuk diperhatikan, dengan didampingi oleh tim uji laboratorium menjadi solusi dan support bagi para petambak.

Tinggalkan Balasan