You are currently viewing 5 REGULASI AKADEMIS DAN OPERASIONAL PEMBANGUNAN TAMBAK UDANG DI KEPANJEN GUMUKMAS SEBAGAI TEACHING FACTORY SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN PUGER

5 REGULASI AKADEMIS DAN OPERASIONAL PEMBANGUNAN TAMBAK UDANG DI KEPANJEN GUMUKMAS SEBAGAI TEACHING FACTORY SMK PERIKANAN DAN KELAUTAN PUGER

Jember (5/10) Pembelajaran di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) apapun bidang keahlian dan kompetensi keahliannya oleh pemerintah dirancang agar lulusannya nemiliki kesiapan dalam  bekerja, berwirausaha, melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi, atau bekerja sambil kuliah.  Rancangan kesiapan lulusan untuk bekerja dipastikan memiliki kompetensi teori dan kecakapan kerja atau vocational skills.

Kecakapan kerja ini  didasarkan pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia berupa rumusan kemampuan kerja mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan atau keahlian sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan.  SKKNI ini dikembangkan melalui sinkronisasi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) terkait untuk memastikan kesesuaian kebutuhan di tempat kerja.

 

Salah satu implementasi SKKNI di bidang pendidikan formal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemdikbudristek) adalah program teaching factory (TeFa). Tefa adalah sebuah model pembelajaran yang bernuansa industri melalui sinergi SMK dengan DUDI untuk menghasilkan lulusan yang kompeten sesuai dengan kebutuhan pasar.  

Dasar Regulasi akademis dan operasional sebagai dasar pelaksanaan Teaching Factory adalah

1) Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya ManusiaIndonesia. Isinya adalah perintah Presiden RI kepada Kemdikbudristek yang salah satunya adalah “Menyempurnakan dan menyelaraskan kurikulum SMK dengan kompetensi sesuai kebutuhan pengguna lulusan (link and match)

2) Perpres RI nomor 68 tahun 2022 tentang Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.

Pada  pasal 8 ayat 1 huruf a dan b dijelaskan bahwa prinsip dasar penyelenggaraan Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi meliputi:

a. Berorientasi pada kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dunia kerja, dan kewirausahaan;

b. Tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia     industri, dunia kerja, dan masyarakat.

3) Keputusan Kemdikbudristek RI nomor 7 tahun 2022 tentang Standar Isi Pendidikan SMK pada Kompetensi Keahlian Agribisnis Perikanan antara lain:

a. proses bisnis bidang perikanan, meliputi: klasifikasi industri, lingkup usaha, perencanaan produk, proses produksi perbaikan dan perawatan peralatan, pengelolaan sumber daya manusia,dan  job profile;

b. penanganan limbah kegiatan perikanan, meliputi: penanganan limbah padat, limbah cair, dan limbah bahan berbahaya dan beracun;

c. teknik dasar agribisnis perikanan, yang meliputi: persiapan wadah budi daya, persiapan induk, pengembangbiakan ikan, pembesaran ikan/pendederan ikan (pakan, kualitas air, kesehatan ikan), panen dan pascapanen, pemasaran.

4) Surat Keputusan Dirjen Vokasi Kemdikbud nomor 77/ D/0/222 tentang SMK Pelaksana  Program Pusat Keunggulan Tahap 1

5) Keputasan Kepala Dinas PM dan PTSP Propinsi Jawa Timur No 49/18.05/02/VIII/2022 Tentang perpanjangan Izin Operasional SMK Perikanan dan Kelautan Puger-Jember.

Dasar regulasi nomor 1 – 3 tersebut menjadi rujukan akademis pelaksanaan Teaching Factory  bagi pendidikan vokasi dalam hal ini SMK dan Perguruan Tinggi terutama Politeknik di Indonesia. Sedangkan dasar regulasi nomor 4 dan 5 adalah sebagai pijakan operasional pembangunan dan pelaksanaan teaching factory (tefa) di SMK.

Sejak tahun 2015 SMK Perikanan dan Kelautan Puger sudah melaksanakan pembelajaran teaching factory pada kompetensi keahlian Agrinisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPI) dengan produksi pengolahan hasil ikan dan laut, di antaranya adalah abon, abon sembunyi, stik ikan dan bakso ikan. Teaching Factory ini bekerja sama dengan mitra industri SMK Perikanan dan Kelautan Puger yaitu PT Istana Cipta Sembada Sidoarjo. Penjualan produk diversifikasi pengolahan hasil perikanan ini selain dijual di outlet SMK, juga dilakukan melalui online dan jaringan OPOP (one pesantren one product) yang sangat didukung oleh Gubernur Jawa Timur. Produk diversifikasi perikanan ini juga banyak diikutkan di berbagai pameran SMK.

Produk Agrinisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPI)

Teaching Factory berikutnya pada tahun 2021 pada saat SMK Perikanan dan Kelautan Puger ditunjuk sebagai pelaksana SMK Center of Excellence (COE) atau SMK Pusat Keunggulan oleh Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbudristek RI.

Program ini adalah berupa bantuan dana dari pemerintah untuk pembangunan fasilitas dan sarana prasarana sekolah serta program kegiatan pembelajaran. Produksi Teaching Factory ini dikerjakan oleh taruna kompetensi keahlian Nautika Kapal Penangkap Ikan dan taruna kompetensi keahlian Desain dan Rancang Bangun Kapal. Mitra industri yang mendampingi adalah PT Samudera Shipyard Abadi (SSA) Surabaya dan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya serta Fakultas Teknik Perkapalan Universitas Jember sebagai pendamping program. Produksi berupa kapal penangkap ikan berbasis fiber glass. Sampai dengan bulan September 2022 sudah terproduksi dan terjual 4 buah kapal. Saat ini sedang SMK Perikanan dan Kelautan Puger memproduksi kapal wisata Bottom Glass pesanan PT Bank Mandiri Indonesia.

Pemesanan Kapal Fiber Glass oleh DPR RI Jawa Timur

Demikian pula dengan teaching factory terbaru yang sedang proses dibangun sejak Agustus 2022, yaitu tambak udang vaname kualitas ekspor di Dusun Jeni Desa Kepanjen Kecamatan Gumukmas. Tambak udang ini merupakan tefa yang dipilih SMK Perikanan dan Kelautan Puger untuk program lanjutan SMK Pusat Keunggulan dengan skema pemadanan industri tahun 2022. Menurut Ditjen Pendidikan Vokasi, program pemadanan industri ini semata-mata untuk meningkatkan sinergi antara SMK dan industri. Di samping produk Teaching Factory juga produk inovasi Bridge Simulator karya taruna yang telah mendapat apresiasi Ditjen Pendidikan Vokasi Kemendikbud di berbagai ajang pameran produk SMK. Produk ini rencana akan didaftarkan pada E-katalog pemerintah.

inovasi Bridge Simulator karya Taruna

Kontruksi tambak udang Vaname intensif
dengan wadah plastik HDPE

Tinggalkan Balasan