NEWS, SMK PK, Puger, Jember 6 Agustus 2026,
Untuk kesekian kalinya Podok Pesantren (Ponpes) Darsul Bihar-SMK Perikanan dan Kelautan
(SMK PK) Puger Jember mendapat perhatian dan kehormatan dari petinggi pemerintah pusat. Kali ini pada hari Kamis tanggal 6 Agustus 2026 dikunjungi oleh Staf Kepresidenan R.I bidang Perikanan dan Kelautan yaitu Prof. Dr. Ir. Moch. Sudjana Ph.D. Kunjungan kerja ini dalam rangka melihat secara langsung, berdialog, dan menyerap informasi pada sekolah berbasis pesantren dengan kompetensi keahlian perikanan dan kelautan. Ikut hadir dan mendampingi kegiatan kunjungan ini di antaranya adalah utusan dari Kementerian Kemaritiman dan Perikanan (KKP). Didampingi pula oleh K.H.M.Misbahus Salam pengasuh Ponpes Raudlah Darus Salam Bangsalsari Jember, yang saat ini sebagai Pembina Pusat Pengembangan Kampung SDGs Indonesia (PPKSI).
Bentuk dialog dan serap informasi yang dilakukan oleh Prof. Sudjana adalah “kuliah umum” di depan seluruh siswa dan para guru di aula sekolah. Tema yang dipaparkan adalah bagaimana memberdayakan potensi kekayaan laut untuk meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat. Dijelaskan oleh Prof.Sudjana bahwa potensi kekayaan laut Indonesia, terutama dalam hal perikanan yang demikian besar dan melimpah sampai saat ini belum bisa meningkatkan kesejahteraan hidup rakyat terutama para nelayan. Hal ini disebabkan oleh proses dan pengelolaan tangkap yang tradisional, rendahnya mutu hasil tangkap ikan sehingga berpengaruh terhadap rendahnya harga jual ikan, dan persaingan dengan armada kapal tangkap modern.
Ada joke pertanyaan yang menggeltik dari Prof. Sudjana kepada audiens. “Adik-adik tahukah apa bedanya ikan segar dan ikan awet dalam dunia perikanan?” Pertanyaan dilanjutkan lagi, “mengapa ikan di Norwegia dan Jepang terutama salmon bisa langsung dimakan mentah?, jawabnya sederhana, karena ikannya segar,” pungkasnya. Pertanyaan oratoris ini mencengangkan audiens setelah dijelaskan oleh Prof. Sudjana tentang parasit, sterilisasi, proses saat dan pasca tangkap terutama pembekuan ikan yang sangat ekstrim serta kuatnya regulasi kesehatan ikan di dua negara tersebut. Kemudian dipertentangkan dengan ikan awet yang dimaksud adalah ikan yang sudah dilakukan proses pengawetan dengan menggunakan bahan kimia utama formalin yang tidak baik terhadap kesehatan tubuh, apalagi kalau dimakan mentah. Tidak mungkin dan tidak boleh. Pada umumnya proses penanganan ikan tangkap Indonesia masih seperti itu. Ini merupakan tantangan bagi masyarakat nelayan dan calon-calon pekerja sektor perikanan dan kelautan seperti siswa SMK PK Puger.
Akhir paparan Prof.Sudjana mewanti-wanti kepada siswa bahwa banyaknya alumni SMK Perikanan dan Kelautan Puger magang atau bekerja ke Jepang hendaknya menjadi tenaga kerja yang potensial dan profesional sehingga memiliki posisi tawar yang tinggi berkaitan dengan gajinya. Jadilah tenaga yang ahli dan handal di bidangnya, jangan malah jadi kuli di negera orang, demikian motivasinya.
Pada kesempatan dialog ada pertanyaan dan masukan dari Drs. H.Kuntjoro Basuki, M.Si selaku ketua yayasan Ponpes Darsul Bihar sekaligus pembina SMK PK Puger dan juga guru-guru yang lain. Mereka menanyakan mengapa saat ini tidak ada lagi program Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) yang diselenggarakan oleh Dirjen KKP. Padahal diklat ini sangat bermafaat bagi siswa sebagai kelengkapan dokumen syarat bekerja di kapal laut. H.Kuntjoro juga berharap hendaknya ada apresiasi positif bagi siswa yang telah memiliki sertifikasi profesi baik ATKAPIN, ANKAPIN, maupun HACCP. Bentuk apresiasi dimaksud adalah pemberlakuan penghasilan di perusahaan atau industri yang membedakan dengan pekerja yang tidak bersertifikat profesi. Hal ini karena untuk memperoleh sertifat profesi tersebut diperlukan biaya besar dan prosedur yang ketat. Fenomena ini dikhawatirkan mempengaruhi berkurangnya minat masyarakat bersekolah di jurusan perikanan dan kelautan. Atas pertanyaan dan masukan ini direspon oleh Prof. Sudjana akan dikordinasikan dengan kementerian pendidikan.
Setelah acara “kuliah umum” ini dilanjutkan oleh Prof. Sudjana dan rombongan meninjau lokasi berbagai tempat prakatik, unit produksi yang ada di lingkungan sekolah, dan dapur SPPG YPPP Darsul Bihar-SMK PK Puger. Pada kesempatan ini pula rombongan meninjau lokasi Tefa budidaya tambak udang vanamei SMK PK Puger. Sebelumnya juga meninjau Tempat Pelelangan Ikan Puger, dan pusat nelayan Pancer Puger.