You are currently viewing Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puger Kulon Yayasan Pendidikn dan Pondok Pesantren Darsul Bihar  Jember di SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember.

Launching Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puger Kulon Yayasan Pendidikn dan Pondok Pesantren Darsul Bihar Jember di SMK Perikanan dan Kelautan Puger, Jember.

Hari ini Senin,24 November 2025 dilakukan Launching SPPG Puger Kulon yang dalam hal ini bermitra dengan Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darsul Bihar Jember yang berada di area komplek SMK Perikanan dan Kelautan Puger Jember. Launching ini merupakan pamungkas rangkaian proses pembangunan SPPG, pemenuhan alat terstandar, dan sanitasi. Setelah dilakukan verifikasi dan visitasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan instansi terkait maka pada tanggal 4 November 2025 SPPG ini telah memperolah Surat Izin nomor 500.16.7.2/SLHS/05/35.09.325/2025 dari Bupati Jember tentang Sertifikat Laik Higienis Sanitasi (SLHS). Pada saat yang sama terisi juga tiga orang pemangku operasional SPPG dari MBG yaitu Kepala SPPG, Ahli Gizi, dan Akuntan.

Launching ini sebagai bentuk public release agar masyarakat terutama penerima manfaat MBG mengetahui bahwa SPPG Puger Kulon ini sudah siap memberikan layanan penyaluran makan bergizi gratis. Sementara sasaran penerima manfaat berada di wilayah Desa Puger Kulon dari tingkat TK/RA, SD/MI, SMP/MTs/, SMK dan kelompok Ibu hamil, Ibu menyusui, dan balita (B3), dengan total sebanyak 3.500 (tiga ribu lima ratus) orang. Pada kesempatan ini launching dihadiri dari berbagai pihak di antaranya para kepala sekolah penerima manfaat, muspika Puger, dan instansi terkait dari Pemkab. Jember.

Dalam sambutan dan laporan pada acara ini, Drs. H. Kuntjoro Basuki, M.Si selaku ketua Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darsul Bihar Jember yang bermitra dengan BGN menjelaskan bahwa tujuan utama kerjasama antara yayasan dan BGN ini adalah melaksanakan amanah Presiden Republik Indonsia Prabowo Subianto. Dan yang lebih menjadi obsesi H.Kuntjoro Basuki adalah pengabdian sosial pada masyarakat dalam rangka meningkatkan angka stunting yang masih rendah, dan menyiapkan generasi ke depan yang sehat.  Dilaporkan juga oleh H.Kuntjoro Basuki bahwa dengan hadirnya dapur SPPG di Puger Kulon ini memiliki dampak multi efek terhadap pergerakan dan pertumbuhan ekonomi rakyat sekitar, juga meningkatkan akngkatan kerja sektor nonformal.

Berikut penjelasan H.Kuntjoro Basuki terkait dampak multi efek tersebut.

  1. Menggerakkan Teaching factory (TEFA) pada unit produksi kompetensi keahlian Agri Bisnis Pengolahan Hasil Perikanan (APHPI) yang ada di SMK Perikanan dan Kelautan Puger. Selama ini produksi TEFA sudah melayani masyarakat terutama pada saat ada kunjungan outing class dari berbagai lembaga TK/PAUD-SD-SMP/MTs dalam lingkungan Kecamatan Puger, mapun luar Kecamatan Puger. Produk yang dipasarkan saat itu antara pentol bakso, nuget dan sosis ikan, stik tulang ikan, dan varian abon, serta dimsum. Dengan hadirnya dapur SPPG ini maka secara rutin menjadi pemasok produk tersebut kepada dapur SPPG. Proses dan produk makanan olahan tersebut dikerjakan oleh para siswa kelas XI dan XII sekaligus sebagai praktik mata pelajaran produktif. Pada saat pembelajaran ini siswa prkatik melakukan menghitung kebutuhan bahan, diolah dengan durasi berapa lama dna berapa produk yang dihasilkan. Juga bagaimana melakukan produksi dalam jumlah besae seperti yang dikerjakan untuk memasok makanan olahan tersebut pada dapur SPPG ini.

Di samping tefa APHPI  yang memproduk makanan, di SMK Perikanan dan Kelautan puger juga memiki TEFA budi daya tambak udang vanamei yang memproduk udang vanamei kualitas ekspor. Produk udang ini juga akan menjadi pemasok dapur SPPG mapun TEFA pengolahan makanan ikan.

  1. Menjadi praktik nyata mata pelajaran Prakarya dan Kewirausaan (PKWU) dalam menerapkan learning by doing. Pada pembelajaran ini membekali siswa pengetahuan, keterampilan dan sikap dalam merancang dan memasarkan barang dalam prinsip berwira usaha. Dengan demikian para siswa dalam dua TEFA tersbut sekaligus menerapkan prinsip PKWU dalam memenuhi kebutuhan dapur SPPG. Sementara itu sudah ada beberapa SMK sekitar yang berminat menjadi pemasok dapur SPPG dengan produk ikan air tawar, dan ada juga SMK yang memproduk pengolahan hasil pertanian berupa roti.
  2. Memberdayakan masyarakat dalam penyerapan angkatan kerja sektor nonformal. Dalam SOP BGN jika penerima manfaat MBG mencapai 3.500 orang atau ompreng maka dibutuhkan antara 47-50 karyawan sebagai relawan. Dari jumlah kebutuhan tersebut MBG Puger Kulon ini telah memberdayakan warga masayarakat sekitar yang kurang sejahtera, ada juga dari unsur orang tua siswa, dan alumni terutama mereka yang memiliki kompetensi bidang kerja yang dilamar. Bahkan ada sebanyak delapan alumni SMK Perikanan dan Kelautan Puger yang sudah memiliki sertifikat profesi Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Karena kompetensi profesinya mereka ini ada ditempatkan sebagai asisten lapangan, koordinator persiapan, pengolahan, pemorsian, distribusi, dan koordinator pencucian. Bahkan ada satu alumni angkatan ke-2 karena sukses dalam wira usahanya digandeng menjadi investor dan pemasok bahan dapur.
  3. Memberdayakan masyarakat sekitar sebagai pemasok bahan dapur meliputi beras,        sayur, buah, ikan, telur, ayam, dan roti. Sampai saat ini sudah dilakukan kontrak dan     MOU dengan para pelaku usaha home industri berbasis UMKM.
  4. Pada sisi lain Kuntjoro Basuki menjelaskan pula bahwa dengan adanya SPPG yang berada di SMK Perikanan dan kelautan Puger secara bertahap akan  bekerja sama dengan Lembaga          Persiapan Kerja (LPK) ke Jepang sebagai tempat PKL dan pelatihan alumni mapun masyarakat            yang magang ke Jepang pada sektor FOOD SERVICE.
  5. Di samping itu, menurut H. Kuntjoro Basuki untuk menjamin kualitas dan higienis makanan MBG pada  SPPG ini telah mengontrak CHEF profesional dari salah satu hotel Bondowoso yang           bertugas mengawasi dan mengontrol mutu makanan. CHEF ini juga difungsikan sebagai guru               tamu pada kompetesi keahlian APHPI, dan juga siap memberi pelatihan TATA BOGA dalam      mengolah makanan  kepada para siswa SMK Perikanan Puger dan para relawan dapur SPPG   yang lain yang ada di Jember sampai mendapatkan sertifaksi profesi.
  6. Selanjutnya launching diakhiri  makan  bersama  semua hadirin dan semua siswa SMK   Perikanan dan Kelautan Pugerdengan  menu standar porsi siswa SMA/SMK.

Tinggalkan Balasan