Selasa (14/01) Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darsul Bihar Jember kembali melaksanakan kegiatan Pelatihan Penjamah Makanan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Puger Wetan dan Plalangan Kalisat Jember di ruang mejangka peta SMK Perikanan dan Kelautan Puger. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan para calon relawan SPPG tentang sumber cemaran pangan dan pencegahannya, pemeliharaan lingkungan dapur, pembersihan dan sanitasi, kebersihan diri dan tahapan produksi pangan siap saji. Sementara itu bidang kerja calon relawan nantinya meliputi persiapan, pengolahan, pemorsian, distribusi, dan pencucian di samping asisten lapangan, keamanan, dan kebersihan. Pemateri pelatihan ini disampaikan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember tentang 5 modul pelatihan diantaranya:
- Higiene Sanitasi Makanan
- Higiene Perorangan yaitu tentang kebersihan diri penjamah makanan (rambut, kuku, pakaian, kebiasaan cuci tangan).
- Keamanan Pangan
- Kebersihan Lingkungan dan Pengendalian Vektor
- Manajemen dan Pelaporan tentang monitoring, evaluasi, dan pelaporan terkait pelaksanaan program MBG.
Pelatihan ini dihadiri oleh Babinsa Puger Wetan dari unsur Koramil Puger, Kepala Puskesmas Puger, Kepala Desa Puger Wetan. Sementara SPPG Plalangan Kalisat dihadiri oleh Ketua Yayasan Yanabiul Ulum Kalisat. Sementara jumlah calon relawan sebanyak 25 dari SPPG Puger Wetan dan 28 calon relawan SPPG Plalangan Kalisat. Penyediaan air baku pengolahan masakan dan pengaturan sanitasi telah diukur, diuji, dan diteliti oleh Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Jember dinyatakan memenuhi syarat layak digunakan.
Sebagai mitra MBG-SPPG Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darsul Bihar Jember telah melakukan langkah cermat, dengan penuh hati-hati, antisipatif, dan taat aturan, SOP pembangunan SPPG-MBG. Oleh karenanya hari ini Selasa, 13 Januari 2026 dapur SPPG-MBG Puger Wetan dan Plalangan Kalisat dinyatakan dan dalam SATUS TERVERIFIKASI, artinya tidak lama lagi akan menuju STATUS LAUNCHING hingga RUNNING untuk dimulainya uji coba layanan MGB bagi sekolah penerima manfaat. Sementara Drs. H. Kuntjoro Basuki, M.Si mewakili mitra dapur SPPG-MBG baik Puger Wetan dan Plalangan Kalisat, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Yayasan Pendidikan dan Pondok Pesantren Darsul Bihar Jember ingin berbagi dan mengabdi kepada masyarakat dan negara melalui program MBG dalam rangka meningkatkan kualitas gizi, dalam mengatasi masalah stunting dan malnutrisi untuk menyiapkan generasi sehat dan produktif. “Kerjasama dan koreksi dari berbagai pihak terkait sangat kami harapkan demi kelancaran pelaksanaan program ini,” tuturnya.
Harapan dari pelatihan ini, penjamah pangan semakin tahu, paham dan mampu mengendalikan faktor risiko kerusakan makanan yang bisa menyebabkan penyakit. Keberhasilan program MBG sangat ditentukan oleh kualitas tenaga penjamah makanan. Sebab mereka menjadi ujung tombak penyediaan pangan bergizi bagi masyarakat. Pun tugas menjadi penjamah makanan bukan hanya sekadar teknis, melainkan tugas sosial dan ibadah dalam menyediakan asupan bergizi bagi anak-anak Indonesia menuju Generasi Emas 2045.*